Iklan Header

Main Ad

PRANK Positif Corona di Dua Rumah Sakit di Bone, Gadis ini diciduk Polisi


Aksi tak terpuji dilakukan salah seorang warga Bone, Nita Rahman.

Warga yang mengaku berdomisili di Jalan Wajo ini, membuat kepanikan tim medis di dua rumah sakit di Bone

Awalnya, warga ini masuk ke Rumah Sakit Hapsah pada Sabtu subuh 9 Mei 2020. Ia datang bersama seorang laki-laki dengan keluhan sesak dan kejang-kejang.

Humas Rumah Sakit Hapsah, Ilham SH mengaku, warga ini saat diperiksa, mengaku habis kontak dengan org yg positif covid-19. Dalam keteranganx, pasien mengatakan kontak langsung dengan kakeknya yang berasal dari papua yang sebelumnya dinyatakan positif covid-19.

“Karena dia mengakunya sempat kontak dengan pasien covid, maka ditangani oleh dokter jaga dan perawat sesuai protokol covid-19. Dokter kemudian memutuskan untuk merujuk pasien ke RSUD Tenriawaru sebagai rumah sakit rujukan penanganan pasien covid-19,” ujar Ilham kepada radarbone.co.id.

Setelah diantar ke RSUD Teriawaru, warga ini kata Ilham sempat pura-puran Pasien pingsan.

“Kemudian pasien diperiksa oleh dokter UGD RSUD Tenriawaru. Saat diperiksa pasien lantas sadar dan mengatakan prank,” pungkas Ilham.

Ia mengaku, aksi tak terpuji perempuan ini sempat membuat panik dokter dan perawat di RS Hapsah.

Peristiwa ini, sangat disesalkan oleh dokter dan perawat. Di masa pademi ini. Masih saja ada orang yang menjadikan masalah covid-19 sebagai bahan candaan,” jelasnya.

Sampai saat ini kata Ilham, pihaknya belum melaporkan hal ini kepihak yang berwajib. “Karena kami belum tau motif pelaku seperti apa. Kita juga belum ada video yang menguatkan. Tapi untuk pihak RSUD yang terkena prank langsung, sebaiknya melaporkan ini. Kita berharap persoalan ini bisa ditindak lanjuti agar pelaku bisa dijerat hukum dan bisa mendapat hukuman. Agar kedepannya tidak ada yg menjadikan pandemi covid-19 sebagai bahan candaan,” terangnya.

Humas RSUD Tenriawaru, Ramli menerangkan orang tersebut tiba sekira pukul 06.00 Wita di RSUD Tenriawaru. Orang ini tiba di RSUD diantar tiga temannya.

Jadi, orang tersebut diarahkan ke ruangan untuk diambil tindakan. Ketika di ruang tindakan, ada temannya yang menyahut bahwa orang tersebut keluarganya ada yang terkena virus corona.

Mendengar informasi tersebut, petugas medis kemudian menggunakan alat perlindung diri untuk melakukan penanganan. Sementara temannya keluar untuk menunggu.

Ramli melanjutkan, setelah petugas medis melakukan pemeriksaan dengan pengecekan suhu tubuh, didapati suhu tubuh orang tersebut 36,9 derajat celcius.

Setelah dilakukan wawancara barulah terkuak bahwa orang tersebut dalam kondisi mabuk. Petugas yang menangani mencium bau alkohol kemudian orang tersebut berpura-pura pingsan.

“Ada bau alkohol ketika diperiksa. Kemudian orang tersebut pura-pura pingsan. Ketika dilihat oleh perawat dia tutup matanya, ketika perawat melihat ke arah lain, ia membuka matanya,” tutur Ramli.

Bahkan kata Ramli, ketika ditanya oleh perawat kapan ia kena virus corona, orang tersebut mengatakan setahun lalu. Petugas medis pun berkeyakinan bahwa orang tersebut hanya mabuk.

“Perawat sudah yakin orang ini mabuk setelah tercium bau alkohol,” ujar Ramli.

Petugas pun keluar menasihati temannya dan menyuruh mereka untuk menyiram kepala orang tersebut agar kondisinya membaik karena habis minuman alkohol.

Setelah diyakini bukan karena corona, orang tersebut dipulangkan. Ia diangkat oleh ketiga temannya ke mobil.

Setiba di mobil, orang tersebut kemudian berteriak prank.

“Orang tersebut hanya mabuk, kemudian diangkat oleh temannya ke mobil. Sampai di mobil, orang tersebut kemudian berteriak prank,” ucapnya.

Ramli pun mengimbau masyarakat untuk tidak menganggap main-main virus corona dan kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

“Semoga tidak ada kejadian seperti ini. Jangan hal seperti ini dianggap main-main. Kasihan petugas medis yang sudah begadang dan ternyata diprank,” imbaunya.

Posting Komentar

0 Komentar