Iklan Header

Main Ad

Hong Kong Memanas, Warga Menolak RUU Ekstradisi



Hong Kong sedang memanas. 1,2 juta warga melakukan unjuk rasa menolak RUU Ekstradisi Hong Kong 2019. Serangkaian demonstrasi berlangsung dimulai dari tanggal 28 April 2019 hingga saat ini. Berikut kronologi singkatnya dalam bentuk infografik yang telah redaksi susun dari berbagi sumber :

Infografis Kronologi Unjuk Rasa Warga Hong Kong Tolak RUU Ekstradisi

Semua bermula ketika terjadi pembunuhan yang dilakukan seorang pria terhadap kekasihnya di Taiwan. Pria tersebut kabur ke Hong Kong dan pemerintah tidak bisa mengekstradisinya. Bercermin dari kasus tersebut, Hong Kong akhirnya membahas RUU Ekstradisi ke Tiongkok. Pelaku kejahatan akan dikirim ke Tiongkok sebagai pemegang otoritas pusat dalam system “satu negara dua system” yang mereka anut. Namun hingga saat ini pembahasan berulang kali batal karena penolakan besar-besaran oleh warga Hong Kong.

Banyak pihak beranggapan bahwa lewat RUU ini, pemerintah Tiongkok akan dengan bebas menangkap musuh politik yang berada di Hong Kong. Belum lagi warga Hong Kong yang lebih pro-demokratis tidak percaya dengan legal hukum yang ada di Tiongkok. Sedangkan pemerintah Tiongkok sendiri menganggap bahwa aksi tersebut adalah illegal dan menyalahi prinsip pemerintahan yang kedua wilayah anut.

Sejak Gerakan Payung pada tahun 2014 dan sejak serah terima Hong Kong ke Tiongkok pada tahun 1997, unjuk rasa ini menjadi unjuk rasa terbesar di Hong Kong. Diikuti oleh berbagai kalangan, ibu rumah tangga, jurnalis, pegiat hukum, pebisnis, mahasiswa, guru, pekerja sosial, komunitas-komunitas agama dan aktivis pro demokrasi. Walaupun bertajuk aksi damai, namun kepolisian Hong Kong diturunkan lengkap dengan persenjataannya. Terjadi pemukulan hingga jatuhnya korban. Terhitung ada 72 terluka pada aksi tanggal 12 Juni dan tertangkap pada tanggal 9 juni. Bahkan pemerintah Tiongkok akan mengirimkan bantuan pasukan jika pemerintah Hong Kong meminta atau situasi semakin kacau.

Aksi ini semakin berkembang. Dari aksi penolakan RUU Ekstradisi menjadi aksi menuntut reformasi demokrasi dalam skala yang lebih luas. Dikutip dari kompas, massa unjuk rasa akan berencana menggelar pawai pada hari minggu tanggal 28 Juli 2019.

Katapedia.

Posting Komentar

0 Komentar