Iklan Header

Main Ad

KABAR DUKA! Arswendo Atmowiloto, Penulis Cerita Keluarga Cemara Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari dunia literasi Indonesia. Arswendo Atmowiloto meninggal dunia pada hari Jumat (19/7) pukul 17.50 WIB. Seniman dan budayawan ini meninggal di usianya ke 70 tahun setelah lama berjuang melawan kanker prostat.


Sebelumnya, pria kelahiran Surakarta ini sempat dibawa ke Rumah Sakit karena kesehatannya yang semakin mengkhawatirkan. Seperti yang dikutip oleh CNN, banyak ucapan duka datang dari kalangan selebritis. Hampir semua dituangkan dalam cuitan twitter.

Seperti Maudy Koesnaedi yang mengenang saat bertemu beliau di acara Piala Maya :

Musisi senior, Iwan Fals turut mengucapkan bela sungkawanya :

Sineas dan Aktor seperti Joko Anwar dan Darius Sinathrya pun memberikan ucapan duka serta berdoa untuk ketenangan atas tidur panjang beliau :
Siapa yang tak kenal Arswendo Atmowiloto. Pria dibalik cerita Keluarga Cemara ini memulai karirnya sebagai wartawan. Ia aktif di banyak Majalah dan Koran, seperti Kompas dan Hai. Selain itu, ia juga aktif menulis novel, cerpen, skenario film dan sinteron serta naskah drama. Karirnya dalam dunia seni tidak bisa disepelekan, selain pernah menjadi pimpinan redaksi Hai, Monitor dan Senang, ayah 3 anak ini juga pernah memimpin Bengkel Sastra Pusat Kesenian Jawa Tengah di Solo.

Selain sinetron Keluarga Cemara, pria bernama asli Sarwendo ini juga menulis skenario sinetron populer lainnya, seperti Ali Topan Anak Jalanan (1997-1998) dan Deru Debu (1994-1996). Karena integritasnya dalam dunia Seni dan Sastra, Arswendo beberapa kali dianugrahi penghargaan.  Hadiah Zakse atas esainya "Buyung -Hok dalam Kreativitas Kompromi". Hadiah Harapan dan Hadiah Perangsang dalam Sayembara Penulisan Naskah Sandiwara DKJ 1972 dan 1973, atas karya dramanya  Penantang Tuhan dan Bayiku yang Pertama. Hadiah Harapan atas drama Sang Pangeran. Hadiah Harapan I Sayembara Penulisan Naskah Sandiwara Anak-Anak DKJ 1976, atas dramanya Sang Pemahat. Dua Ibu (1981), Keluarga Bahagia (1985), dan Mendoblang (1987) mendapatkan hadiah Yayasan Buku Utama Departemen P & K tahun 1981, 1985, dan 1987. Dan pada tahun 1987, ia mendapatkan Hadiah Sastra Asean.

Selamat beristirahat panjang.

Posting Komentar

0 Komentar