Iklan Header

Main Ad

Resmi Jadi Tersangka. Pelaku Pembunuh PNS UNM Asal Sinjai Terancam Penjara 15 Tahun


MAKASSAR - Wahyu Jayadi kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya setelah mengakui membunuh Sitti Zulaiha Djafar, pegawai Universitas Negeri Makassar (UNM).

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengungkapkan, saksi yang melaporkan kejadian pembunuhan ada 3 orang, yaitu lelaki Rusdi berusia 31 tahun yang berdomisili di Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa. Yang kedua ialah lelaki Wawang Daeng Manye (50) dan lelaki Sukri (42).

Dicky menjelaskan, korban ditemukan menggunakan baju kain motif batik berwarna merah dan rok berwarna hitam.

“Terdapat luka gores dan lebam pada leher korban. Posisi korban duduk di kursi mobil bagian depan sebelah kiri penumpang dengan kondisi sabuk pengaman terlilit di bagian leher korban,” ungkap Dicky.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

“WJ dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, subsider Pasal 351 Ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun penjara,” ungkap Dicky

Sementara itu, Kepala Polres Gowa AKBP Shinto Silitonga mengatakan, status pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka pada gelar perkara yang dilakukan Polres Gowa pada Sabtu, 23 Maret 2019, malam hingga Minggu, 24 Maret 2019, dini hari.

Dalam gelar perkara, penyidik menghadirkan Tim Kedokteran Forensik dan Tim Inafis Polda Sulsel.

“Setelah mendengarkan paparan yang sangat meyakinkan dari tim kedokteran dengan menghadirkan WJ di dalam gelar untuk menjelaskan peristiwa materilnya, maka seluruh peserta sepakat untuk menaikkan status WJ dari saksi menjadi tersangka,” kata Shinto lewat keterangan tertulisnya kepada media, Minggu 24 Maret 2019.

Pihaknya, kata Shinto, tidak membutuhkan pengakuan tersangka dalam gelar perkara tersebut. Sebab menurutnya, bukti-bukti ilmiah yang dikumpulkan telah meyakinkan tim penyidik.

Adapun bukti-bukti tersebut berupa pakaian pelaku, handphone korban dan pelaku, dan harta benda korban.

“Sesuai dengan hukum acara pidana, maka tersangka WJ dapat dilakukan pemeriksaan setelah ada pendampingan dari penasehat hukum yang ditunjuk,” kata Shinto.

Posting Komentar

0 Komentar