Iklan Header

Main Ad

Ini Penyakit yang Mengintai Pengguna Internet


katapedia.net, LIFESTYLE - Internet memang bisa diandalkan untuk mencari berbagai informasi. Tapi di sisi lain, juga mendatangkan gejala yang dinamakan cyberchondria atau yang lebih dikenal dengan compuchondria.

Cyberchondria adalah gejala di mana seseorang terlalu memikirkan kondisi kesehatan mereka dan mencoba mendiagnosisnya sendiri dengan bantuan informasi yang tersedia di internet daripada mengunjungi ahli kesehatan.

Masalah ini telah menjadi perhatian utama di kalangan praktisi kesehatan. Namun, cyberchondria berbeda dengan hipokondria. Kalau hipokondria adalah kondisi di mana orang terlalu khawatir tentang kesehatan mereka dan terpengaruh secara psikologis.

Cyberchondria sering terjadi pada seseorang yang memiliki pengalaman kehilangan orang atau ada orang di sekitarnya yang terkena penyakit serius. Seorang ibu yang baru melahirkan juga rentan terhadap masalah ini, sebab mereka cenderung mencari informasi kesehatam di internet, demikian laporan yang dilansir Boldsky, Ahad (2/9).

Orang yang terkena cyberchondria bisa memeriksa gejala penyakit yang mereka alami di internet selama 1-3 jam setiap hari. Kecemasan akan semakin bertambah parah ketika mereka melakukan berbagai penelitian mengenai gejala penyakit.

Orang sering salah mengartikan penyakit dengan mencari informasi mengenai obat dan perawatan melalui internet. Padahal, gejala yang sedang dihadapi bisa serupa dengan kondisi lain. Hal terbaik yang harus dilakukan adalah berkonsultasi dengan ahli kesehatan.

Cyberchondria perlu untuk diobati dengan terapi perilaku kognitif. Ini adalah psikoterapi dengan mengubah pikiran negatif seseorang tentang diri sendiri dan dunia melalui pola perilaku. Perawatan tersebut sama untuk orang-orang yang menderita depresi.

Terapi ini juga membantu mengatasi kebiasaan membaca informasi yang berhubungan dengan kesehatan. Kalau merasa ada yang tidak beres dengan tubuh, lebih baik segera dikonsultasikan kepada ahli medis.

Selain itu ada juga beberapa penyakit yang sering berhubungan dengan internet, diantaranya:

1. Mengurangi Kecantikan

Acapkali kita begadang untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Padahal, begadang ini memberikan dampak yang tidak baik bagi kecantikan wajah. Kurang tidur bisa mengakibatkan kulit pucat, mata berkantung atau mata panda dan kulit kusam. Selain mengurangi kecantikan, online sampai larut malam bahkan begadang juga dapat mengakibatkan penyakit liver, sindrom mata kering dan insomania.

Solusi: Kurangi penggunaan internet dalam jangka waktu yang lama.

2. Mata Tegang

Terlalu lama sering dan lama menatap layar komputer dapat membuat mata tegang. Ketika mata tegang, maka akan terasa sakit.

Solusi: Setelah lama menggunakan berada di depan layar komputer, relaksasi mata Anda dengan melihat lingkungan yang hijau. Misalnya, menatap rimbunan tanaman di taman.

3. Penyakit Kejiwaan

Penggunaan internet yang berlebihan dapat mengakibatkan beberapa gangguan kejiwaan. Contohnya sebagaimana berikut:

Munchausen Syndrome: Penderita gangguan ini memiliki kecendrungan untuk melakukan kebohongan demi mendapatkan simpati dari pengguna internet lainnya.

Discomgoogolation: Penderita penyakit jiwa ini mengalami gelisah dan stres apabila tidak segera terhubung ke internet.

Egosurfing: Penyakit kejiwaan ini mengakibatkan penderitanya terobsesi dengan reputasi dirinya di internet

OCPD: Gangguan ini mengakibatkan pengidapnya memiliki pemikiran yang tidak masuk akal.

Internet Asperger Syndrome: Gangguan ini mengakibatkan penderitanya memiliki sifat yang berbeda antara dunia nyata dan dunia maya.

Online Intermittent Explosive Disorder: Gangguan ini menyebabkan penderitanya terbiasa untuk marah dan melupakan emosinya hanya karena hal-hal yang kecil.

Low Forum Frustration Tolerance: Gangguan kejiwaan ini akan menyebabkan pengidapnya memiliki hasrat yang lebih akan pengakuan terhadap dirinya dari para pengguna internet yang lain.

Solusi: Kurangi kegiatan yang menggunakan internet dan perbanyak interaksi sosial di dunia nyata.

4. Deep Vein Thrombosis

Berinternet dalam jangka panjang dapat mengakibatkan aliran darah tidak lancar dan akhirnya membeku. Penyakit ini umumnya menyerang bagian kaki karena kaki adalah bagian yang tidak bergerak saat kegiatan berselancar di dunia maya dilakukan.

Solusi: Gerak-gerakkan kaki selama beberapa menit dalam jangka waktu tertentu selama berinternet.

5. Repetitive Strain Injury

Penggunaan komputer yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan muskuloskeletal. Gangguan ini berdampak pada melemahnya otot dan tendon atau nyeri leher dan punggung dan trauma kumulatif. Trauma ini diakibatkan oleh gerakan yang berulang secara terus-menerus untuk waktu lama yang disebut sebagai Repetitive Strain Injury (RSI). RSI mengakibatkan rusaknya otot tendon, saraf dan jaringan lainnya.

Solusi: Atur letak peralatabn komputer sesuai dengan kenyamanan tubuh Anda.

6. Nyeri Punggung

Duduk selama berjam-jam di depan komputer dapat mengakibatkan nyeri punggung.

Solusi: Kurangi waktu Anda berada di depan layar komputer untuk meminimalkan resiko ini. Bila Anda pecandu games dan pekerja yang berhubungan dengan internet dalam jangka waktu yang panjang, kurangi aktivitas yang memakan waktu lama di depan komputer.

7. Penyumbatan Urin

Duduk terlalu lama di depan komputer tanpa diimbangi dengan minum air putih dan buah yang cukup dapat mengakibatkan batu ginjal dan wasir. Wasir mengakibatkan penderitanya mengalami kesulitan susah buang air besar. Bisa terjadi pendarahan pada dubur apabila dipaksakan. Ketidakaktifan fisik dalam jangka waktu yang lama juga dapat menyebabkan penyakit jantung, diabetes, kanker dan obesitas.

Solusi: Kurangi aktivitas di depan komputer. Minum air putih dan mengonsumsi buah yang cukup.

8. Carpal Tunnel Syndrome

Penyakit ini disebabkan oleh terganggunya saraf tengah karena tekanan yang terjadi pada bagian pergelangan tangan, yakni otot-otot tangan menjadi lemah dan terasa nyeri. Penyakit ini menyebabkan peredaran darah tidak lancar.

Solusi: Gerakkan tangan selama beberapa menit.

9. Computer Vision Syndrome

Hasil penelitian yang dipublikasikan oleh The Journal of Epidemiology and Community Health, pengguna berat komputer memiliki kelainan penglihatan, termasuk di dalamnya miopi dan glaukoma. Penderita akan mengalami penglihatan kabur, perih pada mata, sensitif terhadap cahaya, sakit kepala, mata lelah dan nyeri.

Solusi:

Jangan menggunakan komputer tanpa henti. Istirahatkan mata selama dua jam sekali. Setelah dua jam menggunakan komputer, lakukan strecthing atau peregangan. Kedipkan dan pejamkanlah mata sesering mungkin –sambil dipijat ringan–. Tindakan ini akan mengendorkan otot-otot mata yang tegang dan kaku.Untuk mencegah kekeringan pada mata, gunakan obat tetes mata bila mata terasa perih. Agar obat tetes mata meresap, pejamkan mata Anda selama beberapa menit. Konsumsi vitamin secara teratur agar mata senantiasa sehat. Gunakan penerangan yang cukup saat menggunakan komputer. Penerangan yang tidak tepat akan mempercepat kerusakan mata. Gunakan layar anti-silau untuk melindungi mata dari sinar menyilaukan yang dipantulkan monitor. Lindungi mata Anda dengan kacamata apabila tidak terdapat layar anti-silau, terlebih jika Anda mengalami gangguan mata. Letakkan komputer pada jarak 18 sampai 50 inch dari posisi duduk. Duduklah dengan posisi tegak tapi santai dan jangan kebanyakan bersandar. Posisi ini akan mencegah kelainan bentuk tulang belakang.

Sumber: https:abdullohrifqimunir.wordpress.com/2016/01/08/penyakit-yang-timbul-karena-internet/

Posting Komentar

0 Komentar