Iklan Header

Main Ad

Baru Saja Dikampanyekan, Pemda Sinjai Masih Pakai Botol Plastik 'Pakai-Buang" di Kegiatannya


katapedia.net, SINJAI - Beberapa hari yang lalu setelah Pemda Sinjai melakukan pertemuan sosialisasi program kampung iklim (proklim) di gedung pola, Praktek dan komitmen malah belum terlihat. Proklim sendiri adalah upaya penjabaran tiga program nasional dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, yaitu, Adipura, Adiwiyata dan Program Kampung Iklim (proklim) sejalan dengan misi Pemda Kabupaten Sinjai.

Wakil bupati Sinjai, A. Kartini mengatakan, "seperti yang ditetapkan dalam RPJMD Tahun 2018-2023, Proklim merupakan salah satu kebijakan strategis dalam memelihara kelestarian lingkungan dan sumber daya alam, sehingga diharapkan dapat dilaksanakan di semua kecamatan, kelurahan dan desa, karena manfaatnya sangat besar bagi pemerintah dan masyarakat". Lebih lanjut, A.Kartini mensosialisasikan penggunakan tumblr (botol minuman) kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan sampah plastik pakai buang.

Ketua panitia pelaksana, Evi Kasim Nur dalam laporannya mengatakan bahwa Sosialisasi Proklim bertujuan mendorong kelompok masyarakat untuk melakukan kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim ditingkat lokal, dan menjaga kelestarian lingkugan agar tetap lestari dan memberi manfaat sosial, ekonomi, lingkugan dan pengurangan resiko bencana terkait iklim.

Hanya saja, ironisnya apa yang disampaikan oleh A.Kartini yang salah satunya terkait penggunaan tumblr (botol isi ulang) tidak serta merta berjalan. Bahkan untuk dipraktekkan dalam tubuh Pemda terlebih dahulu.

Hal ini terlihat saat Pemda dalam hal ini Wakil bupati Sinjai bersama Dinas perlindungan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana (DP3AP2KB),
menggelar kegiatan pembentukan Asosiasi perusahaan sahabat anak indonesia (APSAI) di ruang pola  Kabupaten Sinjai. Terlihat Wakil Bupati dan Kadis DP3Ap2K serta para peserta tetap disuguhi dan menikmati air kemasan plastik 'pakai buang'. Dari hal kecil inilah kita bisa melihat bahwa Pemda belum serius untuk memulai segala program mereka dimulai dari diri mereka sendiri.

Posting Komentar

0 Komentar