Iklan Header

Main Ad

Mentransformasi Budaya Minum Ballo Menjadi Sektor Industri Gula Semut Kreatif di Sinjai


katapedia.net, SINJAI - Sat Sabhara Polres Sinjai, Aiptu Sapri Basri bersama sejumlah anggota patroli motor (patmor) melakukan patroli di wilayah Dusun Bontopenno, Desa Mattunreng Tellue, Kecamatan Sinjai Tengah. Dalam patroli ini, petugas kepolisian menemukan warga yang sedang mengkonsumsi minuman keras jenis Ballo. Aparat lalu mengamankan warga dan menyita sedikitnya 50 liter Ballo siap konsumsi.

Kepala Desa matunreng tellue, Nurlela, yang dikonfirmasi terpisah memberikan keterangan bahwa dirinya sudah melakukan sosialisaai dan meminta warganya untuk berhenti mengkonsumsi miras ini, bahkan Kades sudah memfasilitasi melakukan pelatihan kepada warga untuk memproduksi gula merah dari bahan baku ballo ini ketimbang mengkonsumsinya dalam bentuk miras, tapi tetap saja tidak mampu menekan budaya yang sudah turun temurun ini.

Kabupaten Sinjai sendiri mempunyai banyak wilayah yang mana warganya banyak menjadi pemetik cairan aren. Ini hampir merata di semua kabupaten Sinjai kecuali pulau Sembilan. Selain dikonsumsi sebagai Miras, sebahagian juga diolah oleh warga menjadi gula merah. Praktek ini sudah terjadi sejak dulu kala.

Bidang ekonomi - Pengawas Kebijakan Pemerintah (PKP) Sinjai, menilai bahwa sebenarnya apabila Pemda serius ingin menekan angka produksi, konsumsi dan distribusi Ballo di Sinjai, maka pemda harus punya program terukur untuk mentransformasi budaya minum ballo ini menjadi sektor usaha produktif. Contohnya menggalakkan pelatihan pembuatan gula semut.

Lanjutnya "Gula semut atau brown sugar di Indonesia sendiri sudah sudah terjadi peningkatan konsumsi, bahkan sebuah laporan pernah mengungkap bahwa permintaan pasokan gula semut dari Sulsel masih kurang, sekitar 5 ton lebih, dan ini akan terus meningkat"

"Disinilah peluang itu perlu dilihat oleh pemerintah daerah sebenarnya. Jadi selain mentransformasi budaya yang tidak sejalan dengan semangat bumi panritta kitta, harus pula telah ada jawaban atau solusi atas hal itu, seperti membuat ekonomi mikro masyarakat dalam sektor pembuatan gula semut. Tapi itu tadi, pemerintah yang ada haruslah pemerintah yang serius dan bervisi, bukan yang hanya sekedar memburu nama, budaya minum ballo adalah budaya yang berlangsung sejak lama, butuh tindakan yang lebih dari sekedar melakukan penangkapan dan penyitaan". Tutupnya.

Posting Komentar

0 Komentar