Iklan Header

Main Ad

Kondisi Ekonomi, PKL yang Menjerit dan Penataan Kota


katapedia.net, OPINI - Kebutuhan hidup sehari-hari yang semakin lama semakin meningkat di zaman sekarang ini yang ditambah dengan harga harga kebutuhan pokok yang sulit stabil, menuntut masyarakat untuk mendapatkan penghasilan tambahan baik itu kalangan menengah keatas terlebih lagi yang tergolong kurang mampu.
Solusi alternatif sebagian masyarakat tertuju pada usaha-usaha mandiri atau berdagang.

Lantas bagaimana yang memang menggantungkan hidupnya dengan hanya berdagang seperti PK5, para pedagang pedagang yg berjualan di pasar pasar misalnya pedangang sayur, ikan, buah buahan, dan kebutuhan-kebutuhan pokok lainnya. Sanggupkah mereka bertahan dengan kondisi perekonomian yg selalu berubah-ubah?

Bagaimana peran pemerintah dalam memperhatikan nasib mereka ? Sudah tepatkah pengelolaan tempat para pedagang pedagang yang ada di kawasan pasar-pasar?

Terkait hal ini berbagai persoalan yang kita jumpai baik di media massa maupun di media sosial adalah penataan pedagang dalam kawasan pasar sering mengalami klimaks yang kurang baik bagi para pedagang yang tentu membuat kehidupan ekonomi mereka semakin carut Marut.

Sampai hari ini pedagang pasar belum ditempatkan sebagai warga negara yang mempunyai hak konstitusional untuk mendapatkan pekerjaan yang layak bagi kemanusiaan. Padahal hak konstitusional itu sekaligus merupakan kewajiban konstitusional negara untuk memberikannya kepada pedagang sebagai warga negara.

Serupa dengan itu, problem yg kembali terjadi disinjai sampai saat ini masih memuai polemik dalam masyarakat khususnya pedagang pasar.
Nyatanya sampai sekarang masih banyak pedagang pedagang yg seakan terlunta-lunta dipinggir jalan. Fenomena ini bisa kita jumpai di kawasan pasar sentral.
Ini terjadi bukan karena kemauan mereka, tapi karna tidak mampunya pemerintah menata tempat untuk para pedagang ini sehingga banyak yg belum mendapatkan tempat untuk berjualan.

Kemungkinan adanya kepemilikan ganda dalam tempat yg sudah disediakan, menjadi salah satu faktor yg ikut memberikan sumbangan dalam keterlantaran para pedagang pedagang kecil ini. Ditambah lagi seringnya kehilangan barang dagangan pada saat malam hari menambah ketidak nyamanan para pedagang dalam mengais rejeki. Belum lagi pencemaran udara dari limbah sampah yg disebabkan kurang sigapnya instansi terkait dalam menangani hal itu semakin membuat para pedagang dan Masyarakat pasar menjadi kurang semangat beraktifitas di lingkungan tersebut.

Mirisnya, Pedagang pasar selalu dijadikan ‘kambing hitam’ jika pasar terkesan kumuh dan kurang nyaman.
Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk lebih memahami dan memperhatikan secara objektif para pedagang dari sisi kemanusiaan dalam merumuskan sebuah kebijakan, sehingga tidak ada pedagang-pedagang yang tidak terpenuhi halnya sebagai warga negara.

Penulis : ( L )

Posting Komentar

0 Komentar