Iklan Header

Main Ad

Kemenkumham akui lalai terkait pemberian remisi pembunuh wartawan


Kuatnya desakan masyarakat secara nasional pasca wacana pemberian remisi kepada tersangka tahanan seumur hidup pembunuh wartawan di bali I Nyoman Susrama, membuat pemerintah mengkaji ulang pemverian remisi ini.

Sri puguh budi utami, Dirjen pemasyarakatan menjelaskan bahwa pengusulan pemberian remisi sudah memenuhi segala persyaratan yang dibutuhkan sehingga pihaknya akhirnya mengajukan nama-nama terpidana kepada kemenkumham. Hanya saja diakui Sri bahwa pihaknya luput atau lalai mempertimbangkan aspek hukum yang sangat penting yaitu rasa keadilan pada masyarakat.

Reaksi penolakan remisi ini keras datang dari berbagai pihak, salah satunya adalah Surat keberatan dari Solidaritas Jurnalis Bali (SJB) dan keluarga korban. Ini yang membuat Presiden Joko Widodo meminta kepada kemenhumkam mengkaji ulang remisi untuk I Nyoman Susrama, pembunuh wartawan AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

I Nyoman Susrama membunuh wartawan Radar Bali, Anak Agung Gede Narendra Prabangsa, tahun 2009.

Adik kandung eks Bupati Bangli, Nengah Arnawa, itu dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dalam kasus pembunuhan tersebut.

Desember 2018, Susrama menerima remisi berdasarkan keputusan yang diteken Presiden Joko Widodo. Kebijakan itu menuai polemik, salah satunya soal jaminan kebebasan pers di Indonesia.

Posting Komentar

0 Komentar