Iklan Header

Main Ad

Akankah Demokrasi Hanya Menjadi Isapan Jempol Dalam Kampus?


katapedia.net, OPINI - Demokrasi bukan hal yang asing lagi bagi mahasiswa pasca 1998. Ketika hal itu diusik sedikit saja, maka naluri intelektual mereka akan bergejolak untuk mempertanyakan dan menyampaikan pendapatnya demi mempertahankan singgasana demokrasi, terlebih lagi hal ini dijamin dalam Undang – Undang Dasar 1945, serta setiap warga negara dilindungi dalam UU No. 09 tahun 1999 tentang penyampaikan pendapat.

baca juga :  karena mempertanyakan penggunaan anggaran Kampus. 2 Mahasiswa IAIM Sinjai di DO.

Tak terkecuali bagi mahasiswa dari berbagai organisasi yg baru baru ini terusik oleh sikap kucing kucingan birokrasi kampus IAIM sehingga mempertanyakannya tentu adalah hal yg wajar bagi mereka. Hal yg paling bobrok justru dipertontonkan pihak birokrasi kampus IAIM, sebagai pendidik dan panutan justru terlihat seperti anak kecil yang direbut mainannya.

Apa yang dilakukan oleh birokrasi kampus IAIM Bagi saya Tentunya perlu direspon dengan tindakan yg lebih kreatif dari hanya sekedar membakar ban didepan kampus dan pamer kemarahan di kantor polisi dan gedung Dewan perwakilan rakyat, agar demokrasi tetap berada di atas singgasananya.

Perlu juga para birokrat kampus sadari bahwa kampus IAIM tidak akan berkembang menjadi seperti sekarang tanpa peran para mahasiswanya, jadi bijaksanalah dalam bertindak sebab menurut pemahaman dangkal saya, ketika terusik kepentingan berlebih dalam birokrasi, maka arogansilah yg pertama akan muncul. Seperti halnya ketika diskriminasi mencoba bangkit dalam dunia kampus, maka pengeras suara yang akan meramaikan suasana.

Salam Mahasiswa.

Penulis : (L)

Posting Komentar

0 Komentar