Iklan Header

Main Ad

Seberapa baik kualitas Lingkungan kota Sinjai untuk sebuah penghargaan Adipura?

 

Sebuah Kota tentu saja akan sangat bersyukur apabila kerja keras pemerintah dan lapisan masyarakatnya diganjar dengan penghargaan. Hanya saja apabila sebuah penghargaan berbanding terbalik dengan kenyataan maka itu lain soal. Yang ada adalah euforia tanpa esensi.

Peserta program Adipura dibagi ke dalam 4 kategori berdasarkan jumlah penduduk, yaitu kategori kota metropolitan (lebih dari 1 juta jiwa), kota besar (500.001 - 1.000.000 jiwa), kota sedang (100.001 - 500.000 jiwa), dan kota kecil (sampai dengan 100.000 jiwa), adapun Kriteria Adipura terdiri dari 2 indikator pokok, yaitu: Indikator kondisi fisik lingkungan perkotaan dalam hal kebersihan dan keteduhan kota dan Indikator pengelolaan lingkungan perkotaan (non-fisik), yang meliputi institusi, manajemen, dan daya tanggap.


Bagaimana cara kerja penilaian Adipura?
Tim penilai Adipura biasanya hanya mengambil sampel penilaian dari indikator diatas pada beberapa tempat. (indikator inipun biasanya bisa diatur kerjasama antara Pemerintah dan tim penilai, pemerintah biasanya hanya merekomendasikan tempat-tempat yang sudah disiapkan kilat untuk dinilai) seperti misalnya ketika Tim penilai yang datang di kabupan Sinjai mengunjungi Beberapa titik pantau antara lain Terminal Tellu Limpoe di Kelurahan Bongki, Pasar Sentral Sinjai, instansi Pemerintahan, Sekolah, jalan, Ruang Terbuka Hijau dan beberapa titik lokasi penilaian.

Sementara toh pada kenyataannya Kualitas Lingkungan hidup di kota adalah mencakup secara keseluruhan tiap jengkal dalam peta kota Di sebuah kabupaten/kota. Tarohlah contoh misalnya Pasar Balangnipa dan pelelangan ikan di lappa dan lain sebagainya? Bagaimana kondisinya dan sudah masukkah dalam kriteria kelola lingkungan yang baik meski tidak ikut dinilai? jawabannya tentu kembali kepada masyarakat sendiri sebagai pihak yang berkepentingan akan lingkungan yang baik. (*)

Posting Komentar

0 Komentar