Iklan Header

Main Ad

Pemda Sinjai mau utang 200M, tapi proses dan pengalokasiannya tidak transparan

Visi bupati yang ingin pemerintahan transparan.


Sinjai - Polemik utang 200 M Pemkab Sinjai masih berbuntut panjang. pasalnya mulai pada tahap perencanaan sampai disetujui oleh DPRD mempertontonkan proses yang terkesan tertutup. Soal pengalokasian dana utang inipun hanya dijelaskan secara abstrak dan jauh dari kongkrit. Bupati sinjai dalam jumpa persnya hanya menyebutkan bahwa dana hutang tersebut akan dipakai membangun infrastruktur.

apa yang tersisa dari jumpa pers itu adalah pertanyaan dalam benak masyarakat seperti: infrastruktur apa, dimana dan bagaimana,? kemudian perencanaan pembayaran hutang ini kedepan seperti apa?
Bagaimana tidak, hutang ini seperti horor, dimana kita ketahui bersama bahwa implikasi dari suatu hutang bisa memberi ekses yang sangat negative bagi masyarakat ketika perhitungan meleset. tanpa penjelasan terbuka dari pemerintah maka ini seperti perjudian. Hal-hal seperti pajak yang akan semakin tinggi, korupsi, kolusi dan nepotisme, penjualan Sumber daya alam secara serampangan saat terdesak membayar hutang dan lain-lain adalah momok yang menakutkan kedepannya.
Yang pasti bahwa semangat good govertment yang salah satunya adalah transparansi pemerintahan yang tertuang dalam misi bupati terpilih telah gagal di 100 hari pemerintahannya.

Posting Komentar

0 Komentar