Iklan Header

Main Ad

Musim penghujan, wajib mengenali jenis-jenis tanah longsor dan tanda-tandanya


katapedia.net - Curah hujan di bulan januari semakin meningkat. Meskipun memiliki dampak poaitiv namun hujan juga bisa menyebabkan hal lain seperti banjir dan tanah longsor. Ini tentu perlu menjadi perhatian mengingat masih kurangnya pengetahuan masyarakat akan tanda-tanda sebelum terjadinya tanah longsor.

Tanah longsor terjadi ketika air yang meresap ke dalam tanah menambah bobot tanah. Ketika air masuk dan berhasil menembus batas kedap air di tanah yang berperan sebagai bidang gelinci (yang terdiri dari sebagian besar lempung dengan sedikit pasi) maka pelapukan akan terjadi. Bila hal ini terjadi, bidang tanah di atasnya akan bergerak mengikuti ketinggian lereng. Tanah longsor pun terjadi

Baca juga : Infografis Tips Tanggap Bencana Tanah Longsor

Ada enam jenis tanah longsor yang sebaiknya anda ketahui. Antara lain:

1. Longsoran translasi
Longsoran translasi adalah bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk rata atau menggelombang landai.

2. Longsoran Rotasi
Longsoran rotasi adalah bergeraknya massa tanah dan bantuan pada bidang gelincir berbentuk cekung.

3. Pergerakan blok
Pergerakan blok adalah perpindahan batuan yang bergerak pada bidang gelincir berbentuk rata. Longsoran ini juga disebut sebagai longsoran translasi blok batu

4. Runtuhan Batu
Runtuhan batu terjadi ketika sejumlah besar bantuan atau material lain bergerak ke bawah dengan cara jatuh bebas. Runtuhan batu biasanya terjadi pada lereng yang terjal hingga menggantung. Terutama di daerah pantai.

5. Rayapan Tanah
Rayapan Tanah adalah jenis longsor yang bergerak lambat. Jenis tanah yang mengalami longsor rayapan tanah biasanya berupa butiran kasar dan halus. Karena pergerakannya yang lambat, jenis tanah longsor ini hampir tidak dapat disadari.
Ketika rayapan tanah membuat berbagai benda, seperti pohon, tiang listrik, pohon, atau bahkan rumah bergerak, biasanya masyarakat baru menyadari adanya tanah bergerak ini.

6. Aliran Bahan Rombakan
Jenis tanah longsor ini terjadi ketika massa tanah bergerak terdorong oleh air. Kecepatan aliran bergantung pada kemiringan lereng, volume, tekanan air, dan jenis materialnya.
Pergerakan tanah terjadi di sepanjang lembah dan mampu mencapai hingga ratusan meter. Di beberapa tempat, jenis tanah longsor ini bisa mencapai ribuan meter. Contohnya adalah daerah aliran sungai di sekitar gunung berapi.
Dari keenam jenis longsoran di atas, longsoran translasi dan rotasi adalah dua jenis longsoran yang paling banyak terjadi di Indonesia. Sedangkan longsoran yang paling banyak memakan korban jiwa adalah jenis longsoran aliran bahan rombakan.

Namun sebelum salah satu jenis longsor ini terjadi, ada beberapa tanda yang bisa kita jadikan sebagai acuan. Hal yang paling mudah terlihat adalah munculnya retakan-retakan pada sisi lereng yang sejajar dengan arah tebing. Pada beberapa daerah, sebelum tanah longsor terjadi, mata air akan muncul secara tiba-tiba. Hal ini disebabkan oleh adanya retakan di bawah tanah yang membuat air tanah muncul dan naik ke permukaan.

Kerikil dan batuan yang bergerak jatuh juga dapat dijadikan sebagai tanda akan terjadinya fenomena ini, Namun hal yang paling utama adalah hindari tinggal dan membangun rumah di daerah tebing. Waspada akan adanya longsoran ketika curah hujan tinggi juga perlu untuk menghindari jumlah korban.

Posting Komentar

0 Komentar