Iklan Header

Main Ad

Komisioner KPU Sinjai dipecat, ini hasil putusan lengkapnya


katapedia.net, Jakarta - Sidang pembacaan putusan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia terhadap seorang anggota komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sinjai bernama Muh Irfan (33) telah dilaksanakan di gedung DKPP di Jakarta,  Rabu (30/1/2019). 

Muh ifran dilaporkan oleh direktur LBH Sinjai Bersatu, Ahmad Mardzuki dengan dugaan pelanggaran dalam penyelenggaraan Pilkada Sinjai tahun 2018.

Melalui sidang, terkuak fakta bahwa Panwaslu Kab. Sinjai telah mengeluarkan putusan bahwa telah terjadi pelanggaran kode etik  yang dilakukan oleh Muh. Irfan dan Panwaslu Kab. Sinjai telah mengeluarkan rekomendasi kepada KPU Sinjai melalui surat no. 0273 dst pada tgl 16 juli 2018. Yaitu berupa pemberian sanksi kepada terlapor, namun sampai saat ini KPU Kab. Sinjai tidak melaksanakan rapat pleno dan memberikan sanksi.

DKPP Republik Indonesia berpendapat bahwa pelaku tidak seharusnya melakukan pemalsuan tandatangan tersebut dengan alasan waktu yang sangat mendesak, walaupun telah mendapat izin dari Tasbih dan Muhlis sebagai pihak yang tandatangannya dipalsukan. "Tindakan pelaku memalsukan tandatangan meskipun telah mendapatkan izin karena faktor waktu mendesak adalah tindakan yang melanggar hukum dan melanggar etika. Pelaku terbukti melanggar pasal 9a, 11c, 15a Peraturan DKPP no.2 tahun 2017." Ucap Hakim dalam sidang pembacaan.

Hakim DKPP menyimpulkan bahwa teradu (irfan) telah terbukti melakukan pelanggaran Hukum dan melanggar etika. Olehnya itu, DKPP mengeluarkan Putusan Sebagai Berikut :
1. Mengabulkan dan Menerima gugatan pelapor secara seluruhnya.
2. Menjatuhkan sanksi berupa pemberhentian tetap kepada teradu Muh.Irfan sebagai anggota KPU Kab. Sinjai.
3. Memerintahkan KPU Sulawesi Selatan untuk melaksanakan Putusan.


Posting Komentar

0 Komentar