Iklan Header

Main Ad

Data Penduduk Miskin Dinsos Sinjai tidak Update. Terakhir tahun 2014


Diberitakan bahwa Pemda Sinjai melakukan respon cepat terkait informasi adanya warga Sinjai Selatan yang Hidup miskin dipinggiran hutan. Kepala Dinas Sosial Sinjai Mukhlis Isma terlihat langsung tejun ke lokasi. Selain Pemda Jajaran Polres sinjai juga melakukan hal serupa. Disusul oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Perbankan Syariah (HIMPPESA) Institut Agama Islam Muhammadiyah juga melakukan kegiatan aksi sosial dengan memberikan sembako kepada 3 warga miskin sekaligus, yakni Nenek Sitti dan Kakek Matta di Desa Baru, Kecamatan Sinjai Tengah, serta Bapak Rappe di Desa Puncak, Kecamatan Sinjai Selatan,

Aksi spontan seperti ini memang baik sebagai bentuk respon cepat, hanya saja masalahnya tidak selesai sampai disana. mengingat bahwa 3 orang tersebut di atas hanya segelintir dari sekian banyak penduduk yang jadi korban dari buruknya pengelolaan data angka kemiskinan di Kab.Sinjai.

Dinas Sosial dan Kapolres nonton bareng

Terlihat saat Kapolres Sinjai AKBP Sebpril Sesa, Kepala Dinas Sosial Muhlis Isma, Kasat Intel Muh. Arif, dan Kabag Humas Setdakab Muh Sabir Syur menonton video bareng tentang pembuatan MoU Kementerian Sosial dengan Kepolisian RI. Salah satu ingormasi dari sana adalah membahas Bansos yang akan disalurkan sekitar 54,3 Triliun.

Disinilah Masalah ini mengemuka kembali, pasalnya maraknya pemberitaan soal kemiskinan dinilai hanya sebagai "sambutan" karena akan turunnya bantuan Sosial dari pusat. Dana Bansos ini tidak akan tersalurkan dengan tepat sasaran sampai kapanpun apabila Dinas sosial Kab. Sinjai tidak melakukan pemutakhiran data angka kemiskinan.
"Potensi bantuan yang salah sasaran sudah terjadi dan akan terus terjadi mengingat data yang dipakai terkait angka kemiskinan oleh Dinas Sosial masih menggunakan data tahun 2014. selain Dinas terkait, aparatur desa terlihat sangat malas atau tidak punya kemampuan serta kemauan untuk terus melakukan pendataan dalam masyarakatnya, "mereka sangat malas bu" kata salah seorang warga desa Baru kecamatan Sinjai tengah. Karena data yang tidak update di dinsos ini pulalah yang menjadi Kendala data penerima BPJS PBI Sinjai tidak juga bisa terselesaikan.

Bukan itu saja, sudah diketahui masyarakat luas, bahwa ada budaya dimana ketika dana Bansos turun, maka banyak oknum-oknum yang mengambil kesempatan dari dana ini karena lemahnya fungsi pengawasan baik oleh aparat maupun oleh masyarakat. Modus penyelewengan dana bansos biasanya dengan membentuk lembaga-lembaga fiktif atau temporer dan membuat kegiatan-kegiatan menggunakan dana ini untuk mengambil keuntungan pribadi.

Olehnya itu, kita harus mendesak kepada Dinas Sosial Kab. Sinjai beserta pihak terkait untuk melakukan pemutakhiran data. Kita pun mengajak semua elemen masyarakat untuk proaktif mengawasi jalannya program ini.

Posting Komentar

0 Komentar