Iklan Header

Main Ad

Adipura, Prestasi 100 hari Kerja Seto-Kartini atau Kado dari Pemerintahan SBY-Fajar?

Kondisi Pasar Sentral saat pemerintahan SBY-Fajar

meskipun penerimaan hadiah adipura baru diberikan pada bulan januari 2019, namun penilaian sudah dilakukan jauh hari sebelumnya. tepatnya pada bulan maret 2018. "Memamg sepertinya ada penguluran waktu pengumuman yang dilakukan oleh Kementerian LHK pada tahun ini. Kalau biasanya diumukan pada periode Juni setiap tahunnya," kata sumber dalam kementerian Lingkungan hidup. Jadi Adipura yang diterima oleh daerah di Indonesia bulan dan tahun ini sebenarnya adalah kontestasi penilaian tahun 2018.

Dari fakta diatas maka apa yang dikalim oleh pihak disekitar Bupati Sinjai terpilih sebagai kado 100 hari Pemkab Sinjai otomatis menjadi tidak relevan. Euforia seperti ini tidak punya sisi positif untuk keseriusan Pemkab dalam pembenahan Kondisi lingkungan kota kedepannya.

Pekerjaan rumah bagi Pemerintahan baru di kabupaten Sinjai masih sangat banyak dalam hal pengelolaan lingkungan hidup yang baik. Tidak perlu jauh, tempat sampah yang disiapkan oleh pemkab Sinjai di aarea publik masih sangat sedikit, kalaupun ada biasanya hanya dipasang serampangan di tempat yang kurang tepat sehingga hanya menjadi seperti pajangan. Bank sampah belum ada dan pusat pengumpulan sampah dalam kota juga sangat kotor dan menggaggu. Belum lagi 3 pasar yang berada dalam kota Sinjai yang semrawut, bau, dan kotor. Toilet atau WC umum yang tidak tersedia di area publik yang ramai masyarakat beraktivitas, kalaupun ada sebagian tidak layak pakai, dan banyak lagi sebenarnya apabila mau dimasukkan disini.

Tanggung jawab menciptakan lingkungan hidup yang ideal adalah tentu tanggung jawab seluruh eleman masyarakat, ini adalah kebutuhan mendasar yang tidak bisa ditawar, dan juga tidak bisa didiskreditkan oleh klaim-klaim dan euforia tak bermakna.

Posting Komentar

0 Komentar